Showing posts with label Bookish Talk. Show all posts
Showing posts with label Bookish Talk. Show all posts

Sunday, April 3, 2016

Booksih Talk: Classic Books



Q. Classic books yang biasa kalian baca dari author siapa?

A: Jane austen sih mostly..
A: Charles Dickens
A : Ernest Hemingway, Mark Twain, Roald Dahl

—— —— 

Q : ciri khas classic books itu biasanya apa?

A: Bahasa inggrisnya kuno:)
A: bahasanya bener2 sastra ngga lokal
A: biasanya ada cap stempelnya gitu sihh atauga covernya simple tapi eyecatching, trus yang ada di list 1001 books you must read before you die mostly classic

———— 

Q: Apa sih classic books itu? Apakah semua buku yang diterbitkan sebelum abad 21 otomatis disebut classic books?

A: Bisa jadi. tapi kalau dari wikipedia, classic books itu lebih ke isinya yang powerful
A: Kalo yang aku tau, buku yang bisa dianggap tonggak sesuatu dalam sastra itu dianggep klasik, ngga harus buku lama … misalnya Ulysses nya James Joyce yang memperkenalkan gaya stream of consciousness.
A: Dari penelitian Fannie Clark circa 1920. "Classics are books your fathers give you and you keep them to give to your children," and, "Classics are those great pieces of literature considered worthy to be studied in English classes of high school or college."

———— 

Q:Best classics you've ever read?

A: The Adventures of Tom Sawyer sama To Kill A Mockingbird
A: A Christmas Carol-nya Charles Dickens, kenapa? Karena buku ini yang ngebuat langsung jatuh cinta sama buku. Dan aku suka suasana yang ada di buku ini (susah gambarinnya gimana), intinya sangat berkesan buatku

———— 

Q: Pernah baca buku klasik Indonesia kah? Kalau iya buku apa itu dan menurut kalian bagaimana?

A: Pernah. Kebetulan aku SMA jurusan bahasa, jadi sering disuruh baca sastra klasik. Gaya bahasanya agak sulit dimegerti dan banyak pakai kosakata melayu kuno
A: Pernah. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Salah Pilih, Siti Nurbaya, dan masih banyak lagi rata-rata penulis asal Sumbar. Menarik sih, aku jadi lebih banyak dapet diksi-diksi baru dari buku klasik Indonesia dan budayanya masih terasa banget di buku-buku itu
A: Nggak pernah, masih ga kuat sama gaya bahasanya. Tapi ku tau beberapa judul yg populer kayak Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Robohnya Surau Kami, buku2nya Hamka. Menurutku gaya bahasanya yg jadoel dan masih terpengaruh sama bahasa melayu jadi agak susah dimengerti kalau dibaca di zaman sekarang.

———— 

Q: Apa ada kemungkinan buku terbitan masa sekarang akan diklasifikasikan menjadi classic book?

A: Ketika ada penulis yang cukup kreatif untuk berkembang lepas dari apa yang udah ada? Mungkin banget.
A: Tentu saja, apalagi kalau buku itu bagus isinya sampai dijadikan bahan pelajaran di sekolah/kuliah
A: Ada, contohnya Harry Potter yg udah diprediksi bakal coming soon jadi classic books

———— 

Q: Kalo menurut pendapat kalian, dari buku yang udah pernah kalian baca, apa aja buku modern yang kira-kira pantes disebut classic?

A: PJO beserta kawan2nya, Brian Selznick books, the hunger games
A: Seriesnya rick sesungguhnya cukup berwawasan ngga cuma PJO, Kane sm Magnus juga bener2 ngangkat nilai2 sejarahnya dan intelektual 
A: buku2nya dan brown, jhon grisham, sama haruki murakami kayaknya bisa dijadiin classic di masa depan 

———— 

Q: Kira-kira, apa ya yang membuat banyak orang tertarik baca klasik selain penasaran dan memang suka? Kan tadi disebutkan, kalo bahasanya susah dan pasti butuh waktu untuk bisa paham sama isi dari si buku klasik ini

A: 1. Kewajiban. Entah buat tugas ato karena disuruh for some reason, ketika itu jadi obligasi, harus dipenuhi.
2. Minat. Kalo emang suka dan jadi necessity, why not?
A: Sebenernya bahasanya bukan susah, tapi puitis. Orang2 baca sastra klasik bukan untuk menikmati jalan ceritanya, tapi keindahan kata-katanya
A: sejujurnya lebih banyak nilai yg bisa dipetik daripada roman picisan jaman sekarang, dan memperkaya bahasa sama pengetahuan yg tlah lalu dan gak diajarkan di jaman sekarang
A: Atau memang buat belajar. Aku pernah browsing soal fashion style flapper girl, dan disarankan baca buku The Great Gatsby untuk lebih tau fashion style zaman itu.
A: buat belajar penulisan? Soalnya apa yang kita baca juga mempengaruhi apa yang kita tulis

———— 

Q: Kadang classics kan diterjemahkan, apakah ada yang pernah baca hasil terjemahan yang gak terlalu mengurangi keindahan bukunya?

A: Pride and prejudice kayanya
A: Kalau aku baca klasik terjemahan untuk panduan dan tau ceritanya apa. kayak aku beli Lolita terjemahan, baca juga yang bahasa Inggris di epub. Soalnya bahasa Inggrisku pas pasan hehehe. Tp klo untuk tau gaya bahasa dll lebih enak baca aslinya
A: ini sih tergantung penerjemahnya, selera juga... klo mampu dan mau bener2 menikmati diksi-diksinya sih mending baca aslinya, tapi kalau sekedar pengen tau ceritanya kayak apa baca terjemahannya aja atau baca yg english tapi yg udah simplified version
A: Definitely, banyak ngurangin makna dari tiap kalimat yang ada. Nilai buku juga jadi berkurang. Nggak diterjemahin memang bikin buku jadi susah dibaca karena kekunoan bahasanya. Tp tenu jelas, diterjemahin sedikit banyak selalu ngurangin nilai sastra dari buku tersebut

———— 

Q: Rekomen dong buku klasik Eropa selain UK dan Prancis

A: Kafka - Metamorphoses
A. Schiller - Die Räuber 
A: M. Lermontov- Heroes of Our Time
A. Goethe - Faust

———— 

Q: Best classic adaptations menurut kalian selain Sherlock di BBC?

A: les mis, oliver twist musical (kalo ini masuk klasik)
A: Judul bukunya die Leiden des Jungen Werthers difilmin jd Goethe apa ya kalo ga salah

———— 

Q: Recommend buku classic yang wajib dibaca untuk pertama kali apa?

A: kayaknya le petit prince?? kata katanya simpel tapi bisa digali lagi dan maknanya bagi tiap yang baca juga beda
A. Oliver Twist
A: The Adventures of Tom Sawyer
A: Pride and Prejudice mungkin. Atau Wuthering Heights. Mungkin genre Romance menarik buat anak sekarang
A: A Christmas Carol!!! Dan Le Petit

Bookish Talk: Classic Books



Q: Apa sih ciri-ciri classic books?
A: selain bahasanya, penjelasan latarnya juga biasanya detaaail banget
Tahun dan latar cerita dan kapan buku itu diterbitkan mungkin
Diksinya yg bagus, latar ceritanya yg bisa dibilang lebih detail utk menceritakan keadaan pada masa itu,biasanya ada pesan tersirat jg dr karya2nya. Biasanya byk yg di banned jg krn kontennya msh byk yg dianggap tabu pada saat itu. Terlepas dr itu menurut ku isi classic book itu menarik bgt buat dibaca hehe

Q: Buku apa aja yang masuk classic books?
A: Pride and predujice, moby dick
A: Wuthering Heights
A: yang scifi/fantasy: Dune, Hyperion, Wheel of Time, Hitchhiker's Guide To The Galaxy, Ender's Game, LoTR
A: Tenggelamnya kapan van der wijk
A: Karena bagi saya buku klasik adalah buku yg memberi tolak ukur tersendiri terhadap genre yg diangkatnya
Mystery: Sherlock Holmes
Horor: Frankenstein, dan dracula
Romance: Pride and Prejudice, dan Romeo and Juliette
Sci-fi: Dune series (conflicted about this one I dont think it's count as an classic), probs starwars
Fantasy: Lord of The Ring, Narnia, Earthsea series

yang diluar western:
Romance of three kingdom
Musashi

Q: apa yang menarik dari classic book?
A: sejauh yang saya baca (wiki ahahaha)  buku klasik adalah buku yang dianggap penting, terimplementasi, dan  diterima sebagai teladan. 
Buku-buku ini tercatat sebagai buku-buku besar dunia
A: menurutku sih nilai yang tersirat di dalamnya, kayak jane austen kan isi bukunya lebih sering ke arah gimana pemerintah jaman dulu dan tidak keadilannya pembagian warisan yang hanya boleh ke cowok..

Q : buku klasik favorit kalian?
A: Fantasi: Narnia series dan Earthsea series
A: Hyperion, Wheel of Time series, Hitchhiker's Guide series, Discworld series

Sunday, January 31, 2016

Bookish Talk: Books Become Movies



Q: Menurut kalian worst movie adaptation from book apa?
A : percy jackson hands down
A: eragon like srsly
A: Divergent #maap ._.
A:Beautiful Creatures
A: Sunshine Becomes You ahahaha
A: The Hobbit trilogy...
A: twilight lol
A:the 5th wave
A: Hunger games
A: the mortal instrument: city of bones


Q: Mengapa cinematic universe itu mostly ceritanya banyak yang menyimpang dari book universe?
A: tergantung sutradara sama produser juga bukan ya? tapi mungkin emang disesuaikan kali dengan kemampuan sutradara
A: karena produser/sutradaranya (menurut aku) lebih melihat pasar sih. Dan berhubung mereka lebih ke visual, jadi yaa terkadang beberapa part yg menurut pembaca penting di buku justru diganti/dihapus sm pembuat filmnya


Q: Sepengalaman kalian, pernah ga ketemu sama film yang lebih bagus dari bukunya? Kalo iya film apa? 
A: Not yet sih....
A: 50SOG *Gadeng* film adaptasi Dan Brown i guess...
A: Blm ada sih, soal ny biasa ny klo film bisa di lebih2in nya._.
A: belum ada sih karena klo baca buku kita punya imajinasi dan bayangan sendiri tentang latar karakter dll dan seringnya klo dibuat film gak sesuai dgn imajimasi kita trus kecewa deh hmm lelah 
A: mungkin karna beberapa adegan di buku sulit direalisasikan, jadi ada yg dihilangkan maupun diganti


Q: Biasanya ada scene dalam buku asli yang gak ada di filmnya, kalau itu terjadi apa pendapat kalian?
A : kesel sendiri. Biasanya di buku itu lebih seru. Bisa imajinasiin. Daripada nonton
A : sayang banget... kalo yg terlalu ga penting mungkin gapapa, tapi kalo yg seru, kaya duh itu padahal part yg ditunggu tunggu


Q: Menurut kalian buku yang bagus buat dijadiin film apa? 
A: Dilannya pidi baiq hehe
A: Critical Eleven by Ika Natassa
A: Buku tere liye.....
A: The silmarillion by mbah j.r.r Tolkien!
A: lots !! shatter me, hush hush, hex hall, dilan, and many more pingin aja ngeliat klo sebuah buku direalisasikan wkwkwk
A: the precious stone trilogy, yaahh walaupun gaberharap banyak sama adaptasiannya, tetep penasaran ngeliat gimana cerita ini kalo dijadiin film
A : novel series-nya clio freya!


Q: Biasanya di bagian mana sebuah film ga sesuai sama cerita dari buku yang diadaptasi? 
A: endingnya. karakter tambahan/ salah pilih cast
A: di bagian yg emang bener2 khayalan, terus pemilihan pemainnya yang kurang cocok
A: biasanya bagian action yg seru atau yg memang membutuhkan imajinasi yg tinggi untuk direalisasikan
A: ga sesuainya karena banyak yang dihilangkan atau diganti sih. Trus terkadang pemeran karakter juga kurang memenuhi ekspektasi lol


Q: Artis fav kalian yg pgn banget jadi karakter di film adaptasi buku fav kalian juga siapa dan jadi apa...?
A: TOM FELTON JD ARTEMIS FOWL too bad udh ketuaan
A:Chelsea islan jadi milea....:'')
A: Pinginnya aku yg jadi artis main di shatter me jadi Juliette biar bisa ngalamin real experience nyaa
A: Theo James jadi Aldebaran Risjad...


Q: film kesukaan kalian yang diadaptasi dari buku?
A: Dear John
A: The Giver
A: perks of being a wallflower
A: Forever and always HARRY POTTER !!!


Q: seandainya kalian jadi pembuat film, buku apa yang akan kalian adaptasikan?
A : Takdir karyanya Peter Carey (buku sejarah). Karena sejarah yang direka ulang menurut gue pasti bakalan seru abis 
A: shatter me, hush hush, hex hall, lexie lu johan series
A: shatter me, daughter of smoke and bone
A: Tetra Mars
A: Hhmmm Girls in the dark by Akiyoshi R
A: marie lu's book
A: Cinder!


Q: Seandainya kalian bisa munculin satu scene yg hilang dr film adaptasi buku, mau munculin scene yang mana?
A : ADEGAN PEEVES NGERJAIN UMBRIDGE PLIS. Sedih banget Peeves ga pernah muncul sama sekali di HP movies
A: munculin scene yg menurutku asyik, kayak scene pas ada bola hidup di the scorch trials
A: scene nya margo dan Q pergi ke seaworld di paper towns


Q: Pernah liat ada film yg ngegantung dan lanjutannya jd buku? (Atau sebaliknya)?
A: if i stay gantung paraaah lanjutannya where she went ):


Q: Jadi intinya menurut kalian seperlu apaaa sebuah buku diangkat jadi film? 
A: Mungkin perlu. Kadang sulit merealisasikan karakter, tempat di pikiran. Jadi klo ada film bs ada bayangannya
A: Sesuai imajinasi pembacanya tp yaaa.... Its must be really hard for director for sho...
A: perlu, kalo memang itu buku menceritakan sesuatu yg bagus dan punya banyak pesan moral yg baik
A: ga perlu2 banget sebenernya hahah. Paling kepengen buku itu dijadiin film karna pengen muasin rasa penasaran utk perasaan 'kayak gimana sih kalo dijadiin film?' gituu
A: Awalnya merasa perlu. Tapi saat menanti lama dan menemukan fakta bahwa filmnya nggak se 'waw' bahkan melenceng dari bukunya. Duh, sedih rasanya. Mending jangan, jangan semua buku difilmkan. Sekarang banyak buku yang diadaptasi ke film namun hasilnya tidak memuaskan, setidak adanya kah ide untuk pembuatan film sampai harus menghancurkan imajinasi pembaca? :))



(Group #2) 

- Bibliophilia xx

Saturday, January 30, 2016

Bookish Talk: Books Become Movies

Q: Menurut kalian worst movie adaptation from book apa?
A : percy jackson 😂
A: Divergent
A: THE MORTAL INSTRUMENTS CITY OF BONES padahal novelnya PERIH
A: Sunshine Becomes You, cast-nya sih dan kok jadi kayak sinetron
A: I think Paper Towns is kinda boring. The books is def better than the movie


Q: Menurut kalian film yang diadaptasi dari buku apa yang tidak mengecewakan?
A: Catching fire, The Hunger Games, Harry Potter, The Fault in Our Stars
A: kayaknya gak ada deh, soalnya kan kalo buku dijadiin film bakal ada part yg kepotong dan itu agak mengecewakan para pembaca novelnya :"
A: kalau part yang kepotong itu sih wajar karena waktu yang terbatas juga
A: The Book Thief!!!!! I cried as much as i did when reading it so its a good sign


Q: Movie adaptation yang paling kalian tunggu tahun ini apa dan kenapa?
A: Miss peregrine pls. Asa butterfield as jacob. Yas.
A: Allegiant
A: civil war!!
A: FANTASTIC BEASTS AND WHERE TO FIND THEM


Q: Gimana pandangan kalian tentang buku yang filmnya di split jadi 2 part? 
A: korup nih yg bikin film
A: "What a great way tO MAKE MONEY"
A : Mungkin terlalu panjang kalo gak dibikin jadi 2 part
A: gak banget. Hobbit bahkan jd 3 part dan itu banyak cerita yg ditambah2in sampe keluarga J.R.R Tolkien marah-marah
A: Aku nggasuka karena itu ngegantung jadi lebih suka nunggu duaduanya keluar terus beli DVDnya dan nonton sekaligus.


Q: Menurut kalian kenapa sih jarang ada movie yang adaptasi novel secara full tanpa ngepotong" jalan cerita di novel? 
A: Aku pernah nonton video Joko Anwar yang ngebahas soal ini. Katanya nggak semua hal di buku itu bisa dimasukin ke film karena buku kan terlalu banyak detailnya.
A: durasi waktu, cast yg ga se-amazing karakternya dan lokasi atau plot.. Kadang terlalu imajiner untuk direalisasikan 


Q: Menurut kalian buku yang dijadiin film tuh bisa jadi menghancurkan imajinasi nggak?
A: CERTAINLYYYY gimana ya yang ada di imajinasiku terlalu indah untuk dituangin ke film kayaknya jadi pas nonton kecewa :"
A: Bisa aja sih apalagi kalau buku itu kalian suka banget. Tapi aku sih selalu ingetin diri aku sendiri kalau buku sama film itu dua hal yang berbeda, jadi kadang kalau nonton film adaptasi gitu aku mikirnya film dan bukunya beda karya aja wkwk jadi ngga berekspektasi tinggi
A: bisa. Kalo pemilihan cast nya gak sesuai ekspektasi. I'd like to keep the image of my fictional boyfriend in my head ok. U dont need to taint it.


Q: Buku apa yang menurut kalian harus banget diadaptasi jadi film?
A: Looking for Alaska!
A : AUTUMN IN PARIS
A: Negeri para bedebah nya tere liye!!
A: dilan maybe
A: Supernova: Akar by Dee Lestari
A: Nadira dan Ayah
A: Dorothy must die
A: personally — none. Plis dengan keterbatasan cast, waktu dan sikon yg terkadang imajiner, yg ada malah rada bete bayar segitu tp filmnya ga sesuai ekspektasi jadi ngga ngerekomen tapi kalo ada yg mau adaptasi yah... Apa boleh buat :')


Q: Faktor utama yang bikin buku lebih bagus daripada filmnya?
A: Tergantung selera sih. Pernah nonton film diadaptasi dari novel Teenlit Indonesia eh malah bagusan filmnya.
Tapi kebanyakan faktornya karena udah baca buku itu dan terlanjur suka banget, maunya tiap lembar di buku itu ada di film. Jadi akhirnya ngebanding2in deh


Q: Kalian suka kesel ga sih, kalo misalnya ada orang yang bilang filmnya PJO itu bagus?
A: I'd say,mereka belum baca bukunya. Tbh aja kalo itu bukan adaptasi bukunya sendiri maksudnya terpisah gitu, menurutku bagus. Cuma kalo udah baca bukunya ya...ur going to be pissed off. But anyone could have opinion


Q: apa pendapat kalian kalau buku filsafat macam bukunya Jostein Gaarder dijadiin film?
A: Aku kurang yakin ada director yang siap :") kecuali animation bisa mungkin ya 
A: Bisa aja malah bagus kataku. Tapiiii, sutradara, dll harus kerja keras wkwk


Q: Tbh what did you expect from books became movies?
A : Gimana film itu bisa ngegambarin jalan ceritanya aja sih
A : kepekaan sutradara sama mana details2 yang emang harus dimasukkin dan yang harus dihilangkan (?)
A: AT LEAST castsnya nggak mengecewakan amat terus dialognya usahakan disamakan atau ada bagian dr buku itu yg diucapin juga hu ngerti ga maksudnya:"" 


Q: If there's a chance (maybe) in the future bakal ada film yg berjam-jam tayangnya karena pada minta alurnya disesuaikan sama bukunya, would you pay for that? Though it will cost you more? (even if it's quite impossible tho)
A: SIGN ME UP
A: Tergantung bukunya bener-bener aku suka apa ngga. Karena kalau nggak, ya males aja nonton lama lama di bioskop lebih dari 3 jam gitu :( terus ada semua detailnya gitu.


Q: Menurut kalian ada hubungannya ngga sih antara penjualan buku dan adaptasi film?
A: banget. biasanya bestseller books yang dijadiin film apalagi kalau series
A:YUP. Produser pasti mikirnya gini 'best selling books pasti bakal jadi best selling movie aja' ya kayak kita aja deh segama Kitanya buku diadaptasi ke film,tapi kalo udh keluar juga pasti bakal nonton.

(Group #1)

- Bibliophilia xx

Bookish Talk: Reading Slump


Q: Biasanya kalian mengalami reading slumps itu pas lagi baca buku jenis 
apa? 
A: Romance yang alur ceritanya sudah bisa ditebak dari awal, yang terlalu dramatis, plotnya ketebak, nggak logis dan bertele-tele. Yang kayak gitu langsung nggak ada mood buat ngelanjutin baca rasanya.
Baca buku terjemahan yang bahasa indonesia nya baku banget bikin bingung, seriesnya banyak, biasanya ditinggal ditengah jalan (ya walaupun seminggu kemudian bakal di baca lagi)

Q: Bagaimana cara keluar dari reading slumps?
A: Brainstorming, cari buku lain, main game. Kalau udah kena, gak usah dipaksain terus lanjut, berhenti sejenak aja dulu, lalu cari bacaan lain atau melakukan aktivitas sehari-hari. Atau bisa juga diselingi baca wattpad yang ceritanya enteng, baru suka merasa kangen sama bacaan yang tertunda. Marathon nonton film/tv series/kdrama juga bisa dicoba sampai mood baca balik lagi.

Q : Apa yang terjadi kalau udah males, tapi dipaksa terus baca? 
A: Biasanya jadi nggak ngerti sama jalan ceritanya karena udah nggak fokus, kalau diterusin sampai selesai malah lupa sama plotnya sehingga harus baca ulang. Jadi kalau udah kena reading slump memang nggak bisa dipaksa sih, pasti merasa kurang memahami isi buku dan nggak puas dengan hasil bacaan sendiri karena isinya nggak ‘dapet’.

Q: Durasi reading slumps terlama?
A: Bisa sampai seminggu, sebulan, bahkan setahun atau bertahun-tahun, tergantung orangnya. Pokoknya sampai menemukan ketertarikan membaca lagi atau menemukan buku yang menarik untuk dibaca

Q: Apakah reading slumps harus dialami setiap booklovers?
A : Nggak harus tapi pasti semua booklovers pernah mengalaminya.  Karena sebuah hal yang sudah menjadi kesukaan, kebiasaan tiap hari tetap saja bisa membuat hal-hal kayak gitu terjadi.

Q : Apakah lokasi mempengaruhi reading slump yang dialami? 
A: Tergantung plot ceritanya, kalau banyak materi atau rumit dan bisa dikategorikan sebagai bacaan berat yang perlu konsentrasi penuh, mesti di tempat sepi. Tapi kalau cuma yang ringan-ringan di tempat rame juga bisa.

Q : Apakah kalian bisa memprediksi akan mengalami reading slumps hanya dengan membaca sinopsisnya?
A : Nggak, dont judge a book by the synopsis. Atau malah seringnya terbalik, sinopsisnya biasa aja ternyata isinya bagus. Pokoknya, ekspektasi jangan pernah terlalu tinggi deh.

Q : Apakah kalian pernah menyalahkan diri sendiri karena kena reading slumps?
A : Nggak menyalahkan juga sih, cuma merasa nggak 'produktif' aja. Tapi kalau masih banyak buku yang harus dibaca alias ketika melihat timbunan, suka merasa bersalah  Atau langsung berpikir 'author ini sudah susah susah bikin buku ini, aku gaboleh tiba tiba bosen bacanya gini'

Q : Pernah nggak kena reading slump ketika baca buku dari favorite 
author?
A : Kalau jalan ceritanya aneh, nggak sesuai harapan, jadi reading 
slumps deh...

(Group #2)

- Bibliophilia xx

Bookish Talk: Reading Slump


Q: banyak nih yang belum ngerti sama istilah "reading slump". Reading slump itu apa sih?
A: reading slump itu kayak kamu mager bgt baca buku. ngeliat buku aja udh males. baca kalimat pertama udh males. 
pokoknya kyk bener2 gamood baca bukuu.


Q: Apakah Reading Slump ini sama kayak Reader's block?
A: Buat aku sih iya? Eh, iya nggak sih?
A: Iyaaa sama dua itu.


Q: Biasanya kalian ngalamin reading slumps itu pas lagi baca buku jenis apa?
A : buku yang pas buka halaman awalnya aja udah gak menarik hati.
A: Sci-Fi, gatau kenapa, kalo baca buku Sci-Fi langsung drop gamau baca lanjut. kayak baca kalimat pertama udh mager bgt.
A: buku yang alurnya lama dan belum nemu bagian yang greget nya gitu


Q: menurut kalian cover buku bisa jadi faktor yang mempengaruhi reading slump ga?
A: tbh bisa HAHAHA awalnya males banget baca sunset bersama rosie karena covernya gimana gitu tp pas baca ya Allah gangerti lagi ga nyesel bacanya wkwk.
A: kalo aku sih, enggak.


Q: Menurut kalian Reading Slump ada ngga sih sampai yang parah banget sampai lama ngga baca lagi?
A: Ada... gue. Gue timbun bukunya malah WKWK.
A: adaa, gue lagi ngerasain banget nih rasanya kaya semua buku yg dibaca jd gadapet feelsnya, entah krn kebanyakan tugas dr sekolah atau lg dalam masa-masa jenuhnya baca:(


Q: Ada yang pernah kena slump karena ga bisa move on dari buku yg bagus banget?
A: SERING! 
A: aku pernah nih! jatohnya jadi kaya pas baca buku yang lain tuh... kebawa buku yg itu terus dan ga fokus sama yang dibaca sekarang😂
A: Pernah! Tapi jatuhnya bukan reading slump malah ngebanding-bandingin kayak "Ah apaan sih bukunya ngga kayak A kok begini blablabla" 


Q: ada yg pernah ngerasain reading slump karna lebih hang out bareng temen drpd baca buku?
A: Nggak, malah biasanya karena kebanyakan nonton film wkwk
A: karna HP juga kayaknya.


Q: ada yang pernah ga jadi males baca suatu buku karena kita baca malah endingnya duluan?
A: Is it just me or aku SELALU baca ending buku itu duluan atau cari spoiler endingnya wkwk. Soalnya aku lebih tertarik bagaimana cara mencapai ending tersebut dibanding endingnya sendiri.
A: gapernah.. aku tipe orang yang takut baca endingnya duluan.


Q: Pernah ga saking jenuh nya sama buku itu saking ngerasa males bgt, akhirnya berpindah ke buku lain trs baca buku yg lain lg sampe akhirnya lupa ceritanya gimana tp mau reread lg juga males?
A: pernah banget ini kalo udah terlanjur ga naksir sama bukunya.


Q: efek kalo pas reading slump maksain baca apa aja? Selain gak dapet feels.
A: Aku jadi ngerasa galau gitu mau banget baca giliran baca malah enek, ga enak deh pokoknya.
A: ih sama.. trus sering kepikiran, "gimana nasib buku gue tuhannn" ga enak deh pokonya.
A: Jadi bad mood, soalnya tau bukunya sebenernya bagus eh mood akunya jelek dan jadi mager.


Q: Rata-rata orang kena Reading Slump itu karna apa, sih?
A: Menurutku karena pernah dikecewakan sama buku yang dia baca (aduh bahasaku gini amat) atau terlalu asik sama hal baru jadinya males baca. 
A: Menurutku karena pernah dikecewakan sama buku yang dia baca (aduh bahasaku gini amat) atau terlalu asik sama hal baru jadinya males baca. Sama kalau misalnya baca ebook di hp itu jatuhnya lama banget, aku baca novel lumayan tebel di ebook terus jatuhnya malah reading slump dan nggak baca-baca lagi akhirnya baca buku fisik dan sembuh reading slumpnya.
A: karena bukunya ga sesuai ekspektasi, trs udh ada yg spoiler.


Q: Gimana cara kalian ngilangin reading slump?
A: baca ajaa buku yang ringan2, atau buku yang kamu suka bgt. di re-read lagi.. atau ga baca romance2 yang unyu2 lucu.
A: kalau aku ya aku biarin aja dulu nanti lama lama juga ilang sendiri terus baca lagi deh. atau kadang ganti baca yang lain yang lebih ringan kayak komik atau webtoon.
A: biasanya aku baca ulang buku fav aku sih. Trs jgn terpacu sm waktu sih, misalnya harus baca buku ini dalam seminggu. Malah yg kyk gitu bikin males dan bacanya terburu-buru.
A: kadang aku ke toko buku biar liat shelves yang diisi penuh yang bikin aku happy. trus kadang buka goodreads dan liat challenge temen2 yang udh baca buku banyak banget. kadang suka termotivasi sih.


Q: Gimana cara mencegah kena reading slump?
A: biasanya sih baca buku fav duluu, biar ada kemauan buat baca.
A: kalo aku sih dipaksa gitu kadang, baca awal ceritanya, kalo dibikin penasaran sama bukunya, gabakal kena reading slump.

(Group #1)

- Bibliophilia xx





Bookish Talk: Sastra Wangi


Q : Sastra wangi itu kan dikaitkan dengan unsur seksual dalam penulisan, apakah kalian para wanita mendukung pelabelan seperti ini?
A : Banyak yang mendukung pelabelan sastra wangi. Walaupun banyak pro dan kontra, banyak pesan moral yang bisa kita ambil dari penulis. Tujuan penulis sastra wangi ini ingin mengangkat derajat perempuan demi hilangnya kedudukan diri sebagai objek seks, karena selama ini tubuh perempuan dijadikan sebagai objek seks, bukan subjek seks. Selain itu, sastra wangi juga menjunjung tinggi nilai feminisme dan pengangkat emansipasi wanita sebagai wujud kesetaraan sosial. 

Q : Apa itu sastra wangi?
A : Sastra wangi adalah karya sastra yang diciptakan sastrawan perempuan yang melakukan revolusi penafsiran seksual ke dalam teks atau karya sastra bertabut bahasa seksis yang ditulis oleh sastrawan perempuan. Sastra wangi seringkali mengusung tema seksualitas dan ideologi feminis. 

Q : Menurut kalian, apakah semua karya penulis perempuan dikategorikan sebagai sastra wangi?
A : Tidak, karena sastra wangi mempunya unsur atau ciri tersendiri, seperti support feminism atau seks, dsb. Tidak semua buku berisi seperti itu. 

Q : Pernah baca tulisan yang bertema sastra wangi? Kalau pernah, siapa penulisnya?
A : Pernah. Contohnya Supernova: Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh karangan Dee Lestari.

Q : Contoh salah satu karya sastra wangi paling kontroversial di Indonesia?
A : Saman karya Ayu Utami, yang menjadi pencetus adanya sastra wangi.

Q : Apakah kalian pernah menemukan sastra wangi yang ditulis oleh laki-laki?
A : Pernah, judulnya Cantik itu Luka. 

Q : Mengapa dinamakan sastra wangi? 
A : Istilah penamaan sastra wangi dikaitkan dengan tubuh perempuan. Sastra wangi juga dikenal sebagai perpaduan antara seni menulis yang disebut sastra dengan seorang perempuan menarik, cantik, seksi dan wangi.

Q : Berarti sastra wangi kurang pantas dibaca oleh remaja yang memenuhi kriteria ‘orang dewasa’, ya?
A : Sebenarnya, semua tergantung pemahaman pembaca, bagaimana orang memahami tulisan tersebut. Namun lebih baik dihindari agar tidak terjerumus. 

Q : Salahkah kalau kita menyebut sastra wangi sebagai novel erotis?
A : Tidak juga, tapi rasanya kurang tepat. Sastra wangi tidak sepenuhnya menceritakan tentang seks, sementara istilah novel erotis terkesan lebih universal.

Q : Setelah melihat semua diskusi diatas, apakah kalian tetap setuju dengan adanya pelabelan sastra wangi di Indonesia?
A : Ada yang setuju, ada yang tidak. Karena pelabelannya berkonotasi buruk, dan dianggap sebagai suatu ejekan, selain itu para penulis juga tdak terima atas sebutan 'sastra wangi’. Namun, disisi lain juga sastra wangi juga mengedepankan feminisme atau emansipasi wanita.

(Group #2)

- - - - - - - 

Kalo ada yg salah maafkan para admin ya, karena kami bukan Tuhan dan kami ngambil kesimpulan berdasarkan riset. Semoga bermanfaat!

Bibliophilia xx

Bookish Talk: Sastra Wangi





Q: Apa itu sastra wangi?
A: Sastra wangi adalah sebutan yang diberikan untuk karya sastra Indonesia karya penulis perempuan. Biasanya menggunakan bahasa yang vulgar dan menyiratkan ideologi serta cara pandang feminis. Sebutan lain untuk sastra wangi adalah "sastra lendir".

Q: Menurut kalian, apa semua karya penulis perempuan dapat dikategorikan ke dalam sastra wangi?
A: Banyak yang beranggapan tidak, karena tidak semua karya penulis perempuan menyiratkan ideologi dan cara pandang feminis di dalam karyanya. Tidak semua karya sastra perempuan juga mengandung bahasa yang vulgar. Tetapi bukan berarti sastra wangi termasuk bacaan porno.

Q: Apa sastra wangi hanya terbatas untuk pengarang Indonesia saja?
A: Istilah sastra wangi hanya diperuntukkan khusus bagi penulis perempuan Indonesia yang karyanya dapat dikategorikan sebagai sastra wangi. Tetapi tidak sedikit penulis di luar Indonesia yang juga menyusung tema sastra wangi dalam karyanya, hanya saja mereka tidak melabeli karya mereka dengan label "sastra wangi".

Q: Apakah sastra wangi hanya terbatas pada bahasan seksualitas saja?
A: Tidak. Walaupun banyak mengandung unsur yang demikian, terdapat juga andil politik dan sosial-budaya yang kuat.

Q: Apakah karya sastra wangi merusak nilai moral?
A: Merusak atau tidaknya nilai moral itu semua tergantung kepada pembaca. Bagi pembaca yang pola pikirnya cukup terbuka mungkin akan menganggap sastra wangi tidak merusak nilai moral, tetapi bagi pembaca yang pola pikirnya masih terutup dan tidak familiar dengan karya sastra wangi, mereka mungkin akan mengecam dan menganggap bahwa benar karya sastra wangi dapat merusak nilai moral. Semuanya tergantung kepada si pembaca.

Q: Sastra wangi itu dalam bentuk novel saja atau bagaimana?
A: Sejauh yang kita tahu, karya-karya sastra wangi yang sudah diterbitkan itu dalam bentuk novel. Tetapi banyak yang beranggapan karya sastra wangi itu dapat dalam bentuk puisi, cerpen dan bentuk tulisan lainnya.

Q: Bagaimana novel sejenis sastra wangi dapat lolos sensor publikasi?
A: Setiap novel yang diterbitkan tentu memiliki target usia buat para pembaca. Mungkin karya sastra wangi diterbitkan untuk pembaca-pembaca dewasa.

Q: Novel siapa saja dan judul apa saja yang termasuk karya sastra wangi?
A: Ayu Utami (Saman, Larung, Bilangan FU, Manjali dan Cakrabirawa), Djenar Maesa Ayu (Nayla, Jangan Main-Main [dengan kelaminmu], Ranjang, 1 Perempuan 14 Laki-Laki), Dorothea Rosa Herliany (Beberapa Puisi, Seperti Ibadah Sepanjang Usia). Ini hanya sebagiannya saja.

Q: Apa sastra wangi dan chick-lit itu sama?
A: Tidak, sama sekali berbeda. Topik yang dibahas serta gaya bahasanya jauh berbeda.

Q: Apakah menurut kalian karya yang dikategorikan sebagai karya sastra wangi itu dianggap terlalu kontroversial? Mengapa?
A: Dianggap kontroversial karena bahasan seperti itu masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Q: Apakah karya Rain Chudouri juga termasuk ke dalam kategori sastra wangi?
A: Sepertinya tidak, karena Rain Chudouri lebih membahas masalah broken home dan sejenisnya dan ia pun tidak menyiratkan cara pandang feminis dalam karyanya. 

Q: Mengapa bagi beberapa penulis perempuan yang karyanya dikategorikan sebagai sastra wangi menganggap label itu sebagai penghinaan?
A: Mereka menganggap bahwa label itu diberikan atas penilaian yang didasari oleh penampilan fisik saja. Sebutin lain dari sastra wangi adalah sastra selangkangan dan sastra lendir, jadi respon mereka yang menganggap label itu adalah hinaan dapat dimaklumi.

Q: Apa tema LGBT layak diklasifikasikan sebagai karya sastra wangi?
A: Masih belum dapat dipastikan. Masih terlalu banyak kontroversi. Tetapi tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa tema LGBT dapat diklasifikasikan sebagai karya sastra wangi karena karya sastra wangi menceritakan tentang kesetaraan.

Q: Apakah kalian setuju dengan adanya label "sastra wangi" di Indonesia?
A: Banyak yang beranggapan bahwa label semacam itu tidak perlu, tetapi akan lebih baik jika karya sastra wangi dapat diperbanyak tanpa harus memikirkan "label"-nya karena karya-karya seperi sastra wangi dianggap kritis topiknya dan Indonesia butuh buku dengan jenis seperti itu.

(Group #1)
---------------

Kalo ada yg salah maafkan para admin ya, karena kami bukan Tuhan dan kami ngambil kesimpulan berdasarkan riset. Semoga bermanfaat!

- Bibliophilia xx