#BookmatesReviewBy : Vania, Resna, Puput
Judul: Pulang
Karya: Tere Liye
Genre: Fiksi
Penerbit: Republika
Bahasa: Indonesia
Tebal: iv + 400 hal. ; 13.5 x 20.5 cm
Cover: soft/hard
Tahun terbit: 2015
Series/Bukan: Bukan Series
Sinopsis:
“Aku tahu sekarang, lebih banyak luka di hati bapakku dibanding di tubuhnya. Juga mamakku, lebih banyak tangis di hati Mamak dibanding di matanya.”
Sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.
Resensi :
Bab pertama dibuka dengan adegan pertarungan sang pemeran utama yang bernama Bujang melawan babi hutan yang sangat besar sekali di tengah hutan di daerah Sumatera. Bujang melawan babi itu dengan gagah berani, dan mulai malam itu Bujang tak lagi memiliki rasa takut.
Pada bab selanjutnya mulai dikenalkan bapak Bujang yang bernama Samad dan mamaknya bernama Midah. Bapak Bujang adalah tukang pukul nomor satu di Keluarga Tong dulunya. Setelah kejadian melawan babi itu Bujang diajak Teuke Muda pergi ke Kota. Bapaknya Samad menyetujuinya sedangkan Mamaknya dengan sangat berat hati melepaskan kepergian Bujang dan berpesan “Berjanjilah kau akan menjaga perutmu (dari makanan dan minuman haram dan kotor) itu, Bujang. Agar…. Agar besok luka, jika hitam seluruh hidupmu, hitam seluruh hatimu, kau tetap punya satu titik yang putih, dan semoga itu berguna. Memanggilmu pulang.” (Halaman 24)
Di Kota Bujang menjadi anak yang sangat pintar dalam akademik dan juga pintar bela diri. Dia juga belajar menembak dengan Salonga, seorang penembak jitu asal Filipina.
Di bab selanjutnya alur berubah maju dan mundur, hingga di satu titik keluarga Tong mengalami kejayaan seorang pengkhianat muncul. Pengkhianat itu bukan lain adalah teman Basyir yang terkenal terobsesi menjadi seperti ksatria penunggang kuda suku Bedouin. Peperangan pun terjadi. Bujang mengumpulkan seluruh keluarga Tong yang masih bisa diajak bekerja sama dan melawan Basyir. Basyir hampir saja mengalahkan Bujang, tetapi pada masa-masa terakhir datanglah bantuan. Dan pada akhirnya Bujang dapat mengalahkan Basyir dan menyelamatkan markas keluarga Tong.
Novel pulang ini mempunyai alur dan genre yang lumayan berbeda demgan novel tere liye yang lainnya. Novel pulang menceritakan tentang seoarang anak yang mempunyai bapak yang dulunya adalah tukang jagal nomor satu pada saat itu. Ketika itu bapak-nya lebih memilih meninggalkan pekerjaannya. Namun anak tersebut ingin mengikuti jejak bapaknya. Menurut saya dari cerita ini juga kita di ajarkan namanya persahabatan abadi. Saling tolong menolong sesama. Dan dari sini saya juga belajar kalau tidak semua sahabat kita akan selamanya berada di sisi kita.
#BookReview #BookmatesChallenge
No comments:
Post a Comment