Tuesday, December 29, 2015

Queen of Hearts (The Crown) by Colleen Oakes

 



Judul: Queen of Hearts
Karya: Colleen Oakes
Genre: fantasy, YA
Penerbit: Metamind
Bahasa: terjemahan ke indonesia
Tebal: 280 
Cover: soft
Publikasi: feb 2014
ISBN: 9781940716039
Series/Bukan: Volume 1
Sinopsis: 

Cinta yang Merekah.
Pengkhianatan Seorang Ayah.
Rahasia Kelam Kerajaan.

Keajaiban Wonderland seakan sirna saat Dinah, putri Sang Raja Hati, mengetahui jika ia bukan satu-satunya pewaris takhta Kerajaan Wonderland. Kasih sayang sang ayah yang mulai luntur pun mengancam posisi Dinah untuk menjadi Ratu Hati pengganti sang ibunda yang telah meninggal. Akan tetapi, Dinah selalu yakin bahwa ialah pewaris takhta Kerajaan Wonderland yang sebenarnya. Hingga kejadian demi kejadian aneh pun mulai menampakkan dirinya satu per satu.

Dinah merasakan ada hal mengerikan yang tidak diketahuinya selama ini – sebuah misteri besar yang telah lama ditutup-tutupi di balik megahnya Kerajaan Wonderland. Dibantu kekasihnya, Wardley, Dinah berusaha mengungkap misteri tersebut sebelum ‘musuh tak terlihat’ berhasil menghancurkan Dinah beserta orang-orang yang ia sayangi.

Kisah petualangan epic Queen of Hearts akan mengajak pembaca untuk menyelami sisi lain dari pewaris takhta Wonderland yang diliputi amarah dan kekecewaan. Tak ketinggalan, tokoh-tokoh seperti Cheshire, Mad Hatter, dan prajurit kartu akan muncul dan memberikan sentuhan yang jauh lebih gelap dari dunia Alice’s Adventures in Wonderland.

Berhati-hatilah… tidak semua dongeng berakhir dengan bahagia. Inilah kisah seorang putri yang berubah menjadi penjahat.


Buku ini bisa dikatakan retells Alice in Wonderland. Bedanya, oleh sudut pandang Putri Dinah, Putri Kerajaan Hati. Putri Dinah mempunyai sifat egois, manja dan rasa ingin tau yang berlebih, serta sedikit sifat dari Ayahnya. Dari kecil, ia hanya diasuh oleh Harris dan Emily.

Ayahnya bengis, ditakuti oleh rakyatnya. Pun oleh anaknya. Raja Hati tidak pernah sekalipun bersikap baik pada anaknya sendiri, Putri Dinah. Lalu ada Charles, adik Dinah, si Mad Hatter. Dia kehilangan kewarasannya sejak lahir. Dulu Ibunda Dinah dan Charles selalu mengurus anaknya dengan lembut. Hingga Charles perlahan membaik hari demi harinya. Hingga sampai sang Ibunda meninggal, Charles kembali kehilangan kewarasannya, bahkan lebih parah. Si Kakak tersayangnya, Dinah, pun tak bisa membujuk adiknya untuk makan. 

Semenjak itu pula, Charles diasuh oleh Lucy dan Quintrell. Seorang nenek-nenek yang memiliki 3 cucu dan seorang laki-laki yang mengurus fisik Charles. Charles tidak pernah diumumkan pada rakyat dan bahkan seharusnya, jika dia tidak gila, dia akan menjadi Raja Hati kelak. Walaupun tempat yang ditinggali Charles cukup jauh dari kamar Dinah, Dinah sering beberapa kali mengunjungi adiknya. 

Ada lagi, sahabat Dinah. Namanya Wardley. Calon Panglima Perang Hati. Tampan, tentara favorit Raja Hati, dan setia pada Dinah. 

Dan ternyata, muncul satu tokoh yang tak terduga-duga. Vittiore. Adik tiri Dinah (Dinah menyebutnya anak haram, namun Vittiore tidak marah untungnya). Vittiore berkebalikan dengan Dinah. Vittiore begitu lembut, rambutnya pirang emas, bermata biru, cantik rupawan, dan disukai orang. Sedangkan Dinah? Dia memiliki wajah yang biasa saja (menurut para prajurit begitu kalau membandingi Dinah dan Vittiore), bahunya seperti bahu laki-laki, betisnya agak berotot, suka bermain di tempat kotor, dan memiliki mata dan rambut sehitam legam. 

Vittiore terlahir karena hasrat Ayahnya pada wanita begitu termahsyur (ini kata Cheshire). Setelah perang, Ayahnya mabuk lalu bertemu oleh gadis desa setempat dan menghabiskan malam mereka berdua di tenda. Setelah bertahun-tahun, seorang wanita tua membawa sekarung yang berisi anak kecil yang merupakan anak dari Gadis Desa itu dan sang Raja Hati. 

Awalnya, aku berpikir, dengan Dinah yang sebentar lagi akan menjadi Ratu Hati semuanya akan selesai. Ia bisa membuat Ayahnya bangga, mengusir Vittiore mungkin, menikahi Wardley, dan Charles akan dikenalkan pada rakyatnya. Nyatanya, sebelum penobatan Dinah, setelah pesta pengumuman tentang keberadaan Vittiore, ada satu nama yang membuatnya penasaran dan bertekad untuk menuju tempat yang paling seram dan tidak diperbolehkan selain para penjahat. Demi nama seorang Faina Baker, Dinah bertekad untuk menemuinya di Menara Hitam. 

Dinah mengajak Wardley yang awalnya menolak untuk ikut, tapi Dinah pun tak masalah tidak akan pergi bersama Wardley. Dan akhirnya, Wardley memutuskan ikut. Perjalanan mereka menuju Menara Hitam bikin deg-degan! Apalagi membayangkan lewat lorong bawah tanah yang dingin dan gelap lalu bertemu dengan penjaga dan tahanan yang jahat, keji dan bengis. Dan akhirnya sampai di sel Fiana Baker. Di tempat sel yang benar-benar dikhususkan penjahat yang khianat dan benar-benar tinggi kejahatannya. Sampai-sampai, Fiana telah nyaris menyatu dengan akar dan membuatnya menjadi gila. Segalanya diocehkan oleh Fiana, seperti Charles. Namun anehnya, secara tidak langsung ia mengenal Vittiore. Begitu pula saat Dinah diajak minum teh bersama Vittiore, Vittiore tidak sengaja mengucapkan doa untuk orang-orang yang berada di Menara Hitam, padahal Dinah hanya bertanya kepadanya apakah dia mengenal Fiana Baker atau tidak. Akhirnya, Wardley mengajak Dinah untuk keluar dari Menara Hitam. 

Kukira, sesuatunya akan terbongkar. Banyak asumsi-asumsi, tapi semua itu meleset dari pikiranku. Yang kukira, semuanya akan beres pada Hari Penobatan Dinah menjadi ratu, tapi semuanya sirna. Karena suatu alasan yang tragis, Dinah pertama kali meninggalkan istananya, calon singgasananya, meninggalkan jauh... jauh sekali dari istana. Bersama Morte, kuda paling tangguh dan ganas karena dikurung selama dalam jangka waktu panjang. 

Hingga membaca endingnya, aku merasa, Dinah tidak mempunyai siapa pun dan tidak harus memercayai siapapun kecuali sosok laki-laki misterius yang menyuruhnya pergi. Banyak pertanyaan yang belum dijawab; siapa Vittiore? Apa hubungannya dengan Faina Baker? Bagaimana keadaan Wardley? Bagaimana keadaan istana? Masih banyak pertanyaan dan misteri yang belum terungkap. 

Membaca buku ini, merasakan deg-degan, beneran deh. Tapi membuat penasaran juga kelanjutannya. Aku sendiri juga penasaran buku keduanya, buku yang menceritakan petualangan Dinah di luar istana. Buku keduanya The Wonder dan yang ketiganya masih belum berjudul. Yep, ini trilogi.

Buat kalian penyuka buku petualangan fantasi dan cerita Alice in Wonderland, percaya deh, kalian bakal suka!


—Margo Roth Spiegelman

No comments:

Post a Comment