Sunday, December 6, 2015

Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya by Sabda Armandio



Judul: KAMU Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya
Penulis: Sabda Armandio

Genre: Sastra
Penerbit: Moka Media
Bahasa: Indonesia
Tebal: 343 halaman
Cover: Softcover
Publikasi: 2015
ISBN: 9789797959616

Series/Bukan: -
Sinopsis:



Beberapa pekan menjelang Ujian Nasional, seorang siswa SMA bolos sekolah untuk kali pertama demi menolong temannya yang bernama Kamu. Kamu bilang ini persoalan gawat dan ia benar-benar butuh bantuan untuk… mencari sebuah sendok. Begitulah mulanya, dan perlahan, satu demi satu, jalinan peristiwa yang mengubah hidup keduanya terurai.




Ditulis dalam tradisi panjang novel-novel coming-of-age seperti The Catcher in the Rye karya J.D. Salinger dan The Adventures of Hucklebery Finn karya Mark Twain, KAMU menampilkan keunikan pikiran serta cara karakter-karakternya yang remaja dalam memandang dunia, menyoroti pilihan-pilihan yang mereka ambil, keyakinan, keragu-raguan, cinta, kesedihan, amarah.

Menjadi dewasa adalah proses penting yang pasti dialami, namun belum tentu dipahami, oleh semua orang. Karya Sabda Armandio ini menawarkan ‘pengalaman baru’ sekaligus kesempatan untuk ‘berpikir ulang’, baik bagi para pembaca dewasa maupun pembaca-pembaca muda. Dan di atas semuanya, KAMU adalah sebuah novel yang enak dibaca.



Sinopsis diatas adalah sinopsis yang kuambil dari Goodreads. Karena menurutku sinopsis asli yang tertera di belakang novel Kamu hanya menampilkan secuplik adegan novel yang tidak terlalu menarik. Sebaliknya, malah sinopsis di Goodreads lebih punya 'charm' yang dapat menarik perhatian untuk membeli novelnya.

Ok, here we go to my review!

Satu kata untuk buku ini: unik.



Judul tiap babnya unik (ex: Jalan Pintas yang Ditutup Tetapi Bisa Dibuka Kapan Saja), nama tokoh-tokoh serta kelakuannya juga unik (ex: Kamu dengan kebiasaannya berkata Salut! setiap berbicara), dan tentu saja ceritanya luar biasa unik.

Cerita dimulai dari Aku (penceritanya tidak memiliki nama; hanya aku) yang melamunkan nostalgia masa SMAnya dengan sahabatnya yang bernama Kamu. Awalnya, Kamu mengajak Aku bolos untuk menemani Kamu mengantarkan sesuatu ke Gunung Mas juga sekalian mencari... sendok. Aneh? Well, itu belum ada apa-apanya ketimbang petualangan mereka yang absurd bin ajaib bin aneh bin menakjubkan yang bikin melongo. Petualangan Aku dan Kamu paling greget ketika memasuki bagian surealisnya. Disitu aku dibawa ke dunia yang sangat nyata untuk dianggap sebagai mimpi/imajinasi belaka.

Setiap kali ada kejadian aneh yang absurd tetapi dibuat seakan masuk akal oleh penulis, seketika aku otomatis berpikir keras tentang kejadian itu, tetapi lalu teringat akan subjudulnya; Tak perlu dipercaya.

Jadi, judul buku ini menganjurkan pada pembaca agar tidak memercayai apapun yang ada dalam buku, namun vice versa! ketika membacanya kita secara tak sadar ingin memercayai ceritanya.
Brilian.

Novel ini bisa disebut ringan, tetapi juga padat berisi. Berkali-kali aku dibuat merenung dan bahkan melamun gara-gara celotehan tokoh-tokohnya, terutama Kamu. Diantara semuanya, tokoh favoritku Kamu, gayanya antimainstream dan bener-bener nyeleh, tetapi kalau sudah bicara..... Sangat cerdas dan berkelas. Kebanyakan selipan-selipan sindiran yang ingin disampaikan penulis tercurah dengan apik melalui dia. Ya, penulis telah berhasil meludahi berbagai macam persoalan dengan keren juga sopan. Sallllllluuuuut buat Sabda Armandio.

"Pemberontak? Aku hanya berpikir bahwa sekolah berusaha menyeragamkan murid-muridnya; baik pakaian maupun cara berpikir. Aku nggak mau diseragamkan. Sesederhana itu."

Itulah salah satu perkataan Kamu ketika berdebat soal UN dengan Johan. Dan aku sangat setuju!
Selain itu, aku juga sangat suka dengan cuap-cuap Kamu mengenai keinginannya menjadi penulis. Tetapi aku nggak bisa share disini karena terlalu panjang.

Kutipan lain yang 'nonjok' dan bikin mindblowing:
"Dan sesuatu yang sudah masuk ke dalam ketiadaan tidak bisa keluar lagi, mereka sudah kembali ke fitrahnya--dari tiada menjadi ada, lalu menjadi tiada lagi."

"Setiap aksi selalu dibarengi reaksi. Kau memutuskan untuk jatuh cinta, mestinya siap pula patah hati."



"Orang yang gagal menguasai bahasa akan dikuasai bahasa."



"Kita ini sangat ingin dibilang orang kota, sampai-sampai kita lupa, kampungan memiliki makna yang romantis. Dan si orang kota ini terus-menerus mengeluh soal betapa buruknya tata kota, kemacetan, dan membanding-bandingkan keadaan dulu dan sekarang. Lalu mereka dengan tak tahu diri memuja-muja harum tanah basah, mencari udara segar ke hutan, memotret langit senja di gunung atau matahari terbenam di laut, tapi nggak ada yang mau hidup di kampung atau merubuhkan kita mereka dan menjadikannya kampung lagi. Mereka takut kehilangan kemapanan yang merela bangun untuk menunjang hidup enak dan praktis. Yang bisa mereka lakukan hanyalah mengkhayal tentang kehidupan desa sambil minum kopi,"



"Tak jadi soal apakah orang itu kawan atau lawan, kenangan selalu berlaku adil."



"Makanya, jangan terlalu keras memikirkan hidup, hidup saja enggak pernah memikirkanmu."



"Meyakini sesuatu secara berlebihan malah mungkin akan mengikis kebenaran yang terkandung di dalamnya. Selalu ada pertanyaan besar tentang kenyataan mana yang mesti kita percaya. Pernahkah kau bertanya, misalnya, bagaimana jika satu-satunya yang nyata adalah ilusi?"



Meskipun kelihatannya novel ini dapat masuk ke genre Sastra dan isu-isu yang diangkat termasuk topik yang sensitif dan sangat memicu perdebatan, aku tetap enjoy membacanya. Karena gaya bahasanya yang santai, ringan, nyeleneh, khas remaja. Humornya juga dapet, bikin senyum-senyum geli. Tetapi sayangnya, aku terganggu membaca buku ini karena banyak typo dimana-mana. Semoga buku ini cepat-cepat dicetak ulang (dan jadi best seller) agar typonya diberantas.

Definisi Kamu versiku (secara keseluruhan):
Kamu adalah cerita tentang realita kehidupan dengan cara bercerita yang lain daripada yang lain.

Kamu adalah novel yang patut dikoleksi.
Kamu kurekomendasikan untuk kamu-kamu yang kurang memaknai hidup, yang hobi bolos, yang punya unek-unek tentang kehidupan di Indonesia, yang ingin membaca novel dengan tokoh remaja yang keren bingits.
Kamu akan memuaskanmu dan membuatmu memandang dunia dengan cara yang berbeda.



--Katniss Everdeen

No comments:

Post a Comment