Wednesday, December 23, 2015

Forever Monday by Ruth Pricilia Angelina


Judul: Forever Monday
Karya: Ruth Priscilia Angelina
Genre: Romance
Penerbit: Metropop
Bahasa: Indonesia
Tebal: 320
Cover: Soft
Tahun Terbit: 2014
ISBN: 9876020310060
Series/bukan: -
Sinopsis: 

Ingga akhirnya mendapatkan hari Senin untuk menjadi pacar Eras, playboy yang punya begitu banyak pacar, satu gadis untuk satu hari. Sampai Ingga bertemu Kale, playboy lainnya yang berparas tampan,

Kale mengubah hidup Ingga, memberikan warna di hari-hari kelam gadis itu, mengajarinya bagaimana bersenang-senang dan bagaimana menyayangi dirinya sendiri. Kale membuat hati Ingga jungkir balik, membuat dunia gadis itu porak-poranda dengan segala kasih sayangnya yang aneh.

Namun itu bukan berarti Ingga telah berpaling dari Eras. Gadis itu tetap mencintai Eras. Bahkan sampai pada saat Kale memintanya secara resmi untuk menjadi pacarnya, Ingga tetap mempertahankan posisinya sebagai pacar hari Senin-nya Eras.

Hari-hari bergulir, di samping kisah cinta yang rumit, fakta demi fakta bermunculan. Fakta bahwa Eras dan Kale dulu adalah sahabat dekat. Dendam lama yang disinpang rapi selama bertahun-tahun kini menuntut pembalasan. Pembalasan yang akan menghancurkan hidup Ingga dan orang-orang yang disayanginya. 




Buku ini bercerita tentang Ingga, dia tergila-gila sama Eras. Sampai akhirnya, dia senang mendapatkan Eras hanya untuk hari Senin. Ck, namanya juga cinta dan cinta itu buta, Ingga rela melakukan apa saja hingga akhirnya dapat Eras hanya untuk hari Senin.

Bukan Eras namanya kalau dia tidak Playboy, Eras senang sekali berganti-ganti cewek. Lucu aja seorang boss ganti-ganti pasangan setiap minggu. Entah bagaimana ceritanya Ingga tinggal sama Eras. 

Namun, namanya juga tinggal satu rumah beda jenis kelamin pasti ada rasa sayang. Itu yang dirasakan oleh Ingga kepada Eras. Akhirnya Ingga meminta untuk menjadi pacar hari Senin Eras, dan itu dikabulkan oleh Eras.

Tiba-tiba Kale datang dalam kehidupan Ingga dan perlakuan Eras kepada Ingga berbeda sekali dengan perlakuan Kale kepada Ingga. Perlakuan Kale kepada Ingga lebih menunjukkan care dan tidak dingin seperti Eras. Jujur, aku kesal sekali dengan Eras karena dia bisa seenaknya saja dingin dan tiba-tiba care dengan cara manggil dokter-lah buat Ingga waktu itu. 

Sewaktu Ingga pingsan di rumahnya, Eras langsung menuju kerumah Ingga dan langsung membawa Ingga kerumah Eras. Lalu Tante Wira, mungkin asisten rumah tangga disitu langsung panik dan memanggil dokter. 

Ingga pingsan karena Ingga pulang kerumahnya, entah ada apa disitu yang membuat Ingga langsung mengingat-ingat sesuatu. 

Setelah dibantu oleh Kale, Ingga mulai stress kembali, kali ini lain! Ingga mencoba membunuh dirinya, Ingga mencoba untuk menghancurkan badannya dengan cara minum minuman keras dan juga merokok. Tetapi, Kale baik sekali kepada Ingga, dia langsung menelpon Eras untuk segera pulang. Eras pulang, melihat Ingga dalam keadaan buruk. 

Setelah itu, semua keadaan membaik, Eras diceritakan oleh adik Ingga, Gino tentang keadaan kakaknya setelah papanya meninggal. Akhirnya Eras mau mempertanggung jawabkan tanggung jawabnya itu, menjaga Ingga dan Gino. 

Gino, adik Ingga yang tidak suka terhadap Eras dan tidak pernah pulang ke rumah Eras langsung pulang ke rumah Eras atas permintaan kakaknya sendiri, Ingga. Lalu, seperti apa yang sinopsis itu bicarakan, Kale meminta Ingga untuk menjadi pacarnya dengan segala cara yang telah ia tempuh.

Dia mengantar jemput Ingga, dia mengenal keluarga Ingga, tante dan juga om Ingga, dia mengetahui rumah Ingga. Itu semua tidak pernah ia lakukan terhadap pacar-pacarnya yang lain. Totalnya ada 49 mantan dengan 1 pacar yang sedang ia pacari sekarang. Sudah hampir 50 mantan tetapi Kale tidak mengetahui satupun rumah, dan keluarga mantan-mantannya itu. 

Sesuatu yang akan membuatmu terkejut ketika membaca novel ini, akan kalian temukan di akhir. 

Aku suka sama novel ini, plot-nya bener-bener gak bisa di tebak. Semuanya serba kejutan,kadang juga aku suka gemes sama Eras, sama Ingganya juga. Sifat Eras yang terkesan plin-plan dan Ingga yang terlalu baik menerima perlakuan Eras bahkan ia menyayanginya. Tapi kadang, suka gigit jari ngeliat betapa sweet-nya Kale ke Ingga. Semua perasaan campur aduk deh di buku ini. 


--Clary Fray

No comments:

Post a Comment