Judul: The Girl On The Train
Karya: Paula Hawkins
Genre: Mystery, Adult.
Penerbit: Noura Books (Terjemahan)
Bahasa: bahasa Indonesia
Cover: Soft
Tahun terbit: 2015
ISBN: 9786020989976
Sinopsis:
Rachel menaiki kereta komuter yang sama setiap pagi. Setiap hari dia terguncang-guncang di dalamnya, melintasi sederetan rumah-rumah di pinggiran kota yang nyaman, kemudian berhenti di perlintasan yang memungkinkannya melihat sepasangan suami istri menikmati sarapan mereka di teras setiap harinya. Dia bahkan mulai merasa seolah-olah mengenal mereka secara pribadi. “Jess dan Jason,” begitu dia menyebut mereka. Kehidupan mereka-seperti yang dilihatnya-begitu sempurna. Tak jauh berbeda dengan kehidupannya sendiri yang baru saja hilang.
Namun kemudian, dia menyaksikan sesuatu yang mengejutkan. Hanya semenit sebelum kereta mulai bergerak, tapi itu pun sudah cukup. Kini segalanya berubah. Tak mampu merahasiakannya, Rachel melaporkan yang dia lihat kepada polisi dan menjadi terlibat sepenuhnya dengan kejadian-kejadian selanjutnya, juga dengan semua orang yang terkait. Apakah dia telah melakukan kejahatan alih-alih kebaikan?
Awal cerita bisa tertarik baca buku ini adalah ketika melihat salah satu tweet penerjemah buku ini mengatakan bahwa Chris Evans dirumorkan akan ikut serta bermain dalam film adaptasi buku ini. Tentu saja dong, sebagai salah satu pemuja cowok ganteng itu aku langsung memasukkan buku ini pada posisi teratas di list You Must Read This Books!. Aku tentu tidak mengabaikan buku ini ketika melihatnya di stand Mizan pada IIBF tahun ini.
Lihat dari judulnya, kupikir ini menceritakan tentang seorang perempuan yang terjebak di dalam kereta yang dibajak dan semacamnya. Ternyata aku salah besar.
Rachel, seorang pecandu alkohol, setiap hari menaiki kereta untuk berpergian. Rachel selalu melewati sebuah rumah milik pasangan suami istri yang diberi nama Jason dan Jess oleh Rachel. Sampai suatu ketika Rachel melihat sesuatu yang menampar pikirannya mengenai hubungan 'Jason' dan 'Jess'. Ditambah lagi beberapa hari setelahnya muncul berita hilangnya 'Jess'.
Banyak yang bilang kalau buku ini adalah the next Gone Girl, well kalau dilihat dari kemiripan ide cerita julukan tadi sah-sah aja. Sama-sama mengangkat isu kehidupan rumah tangga. Menurutku setelah selesai baca buku ini, buku ini masih belum bisa dikatakan sebagai the next Gone Girl. Bukan berarti aku tidak suka sama buku ini lho ya, aku suka kok.
Paula Hawkins menggunakan kosa kata yang sederhana, sehingga aku betah berlama-lama membaca buku ini. Paula Hawkins berhasil membuatku tidak bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi sampai hampir setengah perjalanan. Tapi, ketika menyadari clue yang diberikan oleh Paula dan tebakanku benar, sebagian rasa sukaku terhadap buku ini sedikit luntur. Aku sedikit berharap ada sebuah fakta mencenangkan yang berhasil membuatku terdiam. Kemudian, tidak diceritakan dengan jelas apa yang terjadi terhadap 'Jason' pada bagian akhir cerita, aku merasa Paula kurang berhasil menyelesaikan bagian akhir cerita.
Ya, karena dua alasan itu aku hanya memberikan buku ini 3.5/5.
Aku tetep excited banget sama projek filmnya! Ketika aku check situs imdb, Chris Evans masih dirumorkan memainkan karakter Tom. Well, aku berharap aja semoga Chris Evans beneran main di film buku ini.
Gimana menurut pendapat kalian tentang buku ini? Yuk jangan sungkan-sungkan untuk comment!
--Alina Starkov

No comments:
Post a Comment